Buku Kota Sehat, Kota Inklusif: Lensa Interseksionalitas dalam Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi
-
Buku ini mengajak pembaca menelusuri keterkaitan yang kompleks antara kekerasan seksual dan HIV melalui pendekatan interseksionalitas sebuah lensa yang melihat bagaimana berbagai identitas sosial seperti gender, usia, kelas, orientasi seksual, status kesehatan, dan relasi kuasa saling beririsan dan membentuk kerentanan berlapis. Berangkat dari kesadaran bahwa di balik setiap data statistik terdapat kisah manusia yang sering terpinggirkan, buku ini menegaskan bahwa HIV dan kekerasan seksual bukanlah isu yang berdiri sendiri, melainkan berakar pada ketidakadilan struktural dan stigma sosial yang masih kuat. Pada bagian awal, buku ini membedah realitas kekerasan seksual dan HIV di Indonesia, khususnya pada remaja dan kelompok usia produktif, serta dampak fisik, psikologis, dan sosial yang dialami penyintas dan orang dengan HIV (ODHIV). Pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan mendalam tentang konsep interseksionalitas sebagai alat analisis untuk memahami mengapa sebagian kelompok menghadapi risiko dan diskriminasi yang lebih berat dibandingkan yang lain. Bagian selanjutnya menyoroti peran berbagai aktor pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas dalam membangun respons yang kolaboratif, inklusif, dan berbasis hak asasi manusia. Buku ini juga menguraikan prinsip Do No Harm serta pentingnya sistem layanan kesehatan dan rujukan yang ramah, aman, dan tidak menghakimi, terutama bagi ODHIV yang juga merupakan penyintas kekerasan seksual. Melalui refleksi program, praktik baik di lapangan, dan pengalaman advokasi, buku ini tidak hanya menawarkan kerangka pemikiran, tetapi juga panduan praktis untuk membangun lingkungan yang aman, adil, dan bermartabat. Pada akhirnya, buku ini menjadi ajakan untuk bergerak bersama menghentikan stigma, memperkuat solidaritas, dan memastikan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi semua, tanpa terkecuali.